Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

19/06/10

'MEGAMIND', Kalau Penjahat Super Kehilangan Lawan




KapanLagi.com - Pemain: Will Ferrell, Brad Pitt, Jonah Hill, Tina Fey, David Cross
pada Jumat, 18 Juni 2010 08:13

Seluruh penghuni Metro City tahu siapa MegaMind (Will Ferrell). Penjahat super yang penuh dengan tipu daya ini memang selalu mengancam seluruh isi kota Metro. Kalau tak ada Metro Man (Brad Pitt), entah apa jadinya Metro City. Sayangnya, keadaan akan segera berubah. Tak ada lagi yang akan membela penghuni Metro City karena MegaMind punya rencana keji untuk menghabisi Metro Man.

Dengan rencana yang matang, rencana menghabisi Metro Man pun berhasil dan kini warga Metro City tak lagi punya superhero yang akan melindungi mereka. Celakanya, berhasil membunuh Metro Man ternyata malah mendatangkan masalah baru buat MegaMind. Tanpa Metro Man, artinya tak ada lagi yang bisa menghalangi MegaMind. Kini, MegaMind seolah kehilangan tujuan hidup.

MegaMind memang bukan sembarang penjahat super. Ia jenius dan tak mudah menyerah. Tak ingin kehilangan tujuan hidup, MegaMind pun menciptakan seorang superhero baru yang punya kekuatan jauh lebih hebat dari Metro Man. MegaMind menyebutnya Titan (Jonah Hill). Tapi tak lama kemudian, masalah baru datang. Titan bosan menjadi superhero dan bermaksud menjadi penjahat super seperti MegaMind. Bedanya, kalau MegaMind bermaksud menguasai dunia, Titan justru bermaksud memusnahkannya. Sekarang, peran jadi berbalik, MegaMind harus berusaha sekuat tenaga untuk mencegah niat buruk Titan. (kpl/roc)

Genre:Animation
Release Date:November 5, 2010
Director:Tom McGrath
Script:Alan J. Schoolcraft, Brent Simons
Producer:Lara Breay, Ben Stiller, Denise Nolan Cascino
Distributor:Paramount Pictures
Duration:-
Budget:US$150 million
Official Site:www.megamindmovie.com

'RAAVAN', Kisah Ramayana di Zaman Modern

KapanLagi.com - Pemain: Abhishek Bachchan, Aishwarya Rai, Vikram, Govinda, Priyamani, Ravi Kishan, Nikhil Dwivedi



Oleh: Fatchur Rochim pada Sabtu, 19 Juni 2010 09:13
http://media.kapanlagi.com/p/Raavan.jpg
Setelah menikahi Ragini Sharma (Aishwarya Rai), Dev Pratap Sharma (Vikram Kennedy) memutuskan untuk pindah ke Vikramasingapuram, sebuah desa kecil di India Selatan. Dev ingin ia dan Ragini bisa hidup dengan tentram dan damai di desa kecil ini. Celakanya, sesampainya di sana, Dev harus berhadapan dengan sesuatu yang sangat berbeda dengan apa yang ia bayangkan sebelumnya.

Di Vikramasingapuram, tak ada hukum. Satu-satunya hukum yang berlaku adalah apa yang diucapkan oleh Beera Sundra (Abhishek Bachchan). Semua yang diinginkan Beera harus terwujud dan Beera menginginkan Ragini. Dev sebenarnya tak ingin terlibat urusan dengan Beera namun saat Ragini yang jadi taruhan maka tak ada pilihan lain selain melawan.

RAAVAN ini adalah film hasil karya sutradara Mani Ratnam yang dibuat berdasarkan naskah yang ia buat bersama Suhasini Mani Ratnam, istrinya. Kabarnya, RAAVAN ini diilhami oleh kisah Ramayana dan masing-masing tokoh utama dalam film ini adalah perwujudan dari Rama, Shinta, dan Rahwana.

Mani Ratnam memang bukan sutradara baru. Malahan, di kalangan pecinta film Bollywood, nama Mani Ratnam sudah seperti legenda. Sayang rasanya saat melihat sutradara ini gagal dalam misinya menginterpretasikan kisah klasik Ramayana ke dalam dunia modern dalam film berjudul RAAVAN ini. Atau bisa jadi justru target Mani Ratnam yang terlalu tinggi pula yang membuatnya gagal kali ini.

Buat pemeluk Hindu, Ramayana memang bukan sekedar cerita. Ramayana adalah bagian dari agama yang mereka anut dan membuat interpretasi baru memang berisiko tinggi, terutama buat para penganut Hindu. Kalau sedikit saja ada kesalahan, maka risikonya akan sangat berat. Dan Mani Ratnam terjebak dalam masalah yang satu ini.

Tak ada yang salah dari RAAVAN dari sisi sebuah entertainment. Mani Ratnam jeli dalam memilih lokasi syuting. Penonton seolah dimanjakan dengan pemandangan alam yang menjadi latar belakang dari tiap adegan dalam film ini. Sayangnya, kejelian dalam memilih lokasi syuting ini tak diimbangi dengan penulisan naskah yang bagus. Kabarnya ide dasar film ini memang berawal dari Mani Ratnam dan ia juga yang menulis naskahnya bersama istri tercinta.

Struktur cerita yang ditawarkan sangat tipis dan nyaris sama sekali tanpa plot yang jelas. Akibatnya, pembentukan karakter juga gagal dicapai sehingga para pemeran yang masuk kaliber besar pun seolah-olah jadi sesuatu yang sia-sia belaka. Ditambah lagi dengan ending yang mengecewakan, lengkap sudah kekecewaan penonton. Di sisi lain, A.R Rahman yang menggarap musik untuk film ini justru punya peluang untuk meraih sukses dari soundtrack film ini.(kpl/roc)

Genre:Drama
Release Date:June 18, 2010
Director:Mani Ratnam
Script:Mani Ratnam, Suhasini Mani Ratnam
Producer:Mani Ratnam
Distributor:Madras Talkies, BIG Cinemas
Duration:-
Budget:-
Official Site:www.raavan-thefilm.com

18/06/10

'POSSESSION', Kerasukan Arwah Orang Lain

http://media.kapanlagi.com/p/Possession-Impawards.jpg
KapanLagi.com - Pemain: Sarah Michelle Gellar, Lee Pace, Tuva Novotny, Michael Landes, Chelah Horsdal




Oleh: Fatchur Rochim pada Sabtu, 05 Juni 2010 09:13

Ada yang bilang kalau pada saat orang baru saja meninggal, arwahnya masih berada di sekitar jasadnya sampai ia dikebumikan. Pada kasus tertentu, arwah orang yang meninggal berusaha untuk masuk kembali ke alam manusia dengan cara merasuki jasad orang lain. Benar atau tidak tapi yang jelas Jess (Sarah Michelle Gellar) sempat mengalaminya.

Awalnya, Ryan (Michael Landes), suami Jess mengalami tabrakan dahsyat dengan Roman (Lee Pace), saudaranya. Keduanya dapat diselamatkan meski tak sadarkan diri dan jatuh koma selama beberapa waktu. Jelas saja kecelakaan ini membuat Jess sangat kalut. Ia tak tahu bagaimana nasib suaminya yang sedang dalam keadaan koma dan tak ada yang bisa memastikan kalau Ryan bisa selamat.

Tak lama berselang, Roman tersadar dari koma sementara Ryan masih tetap tak sadarkan diri. Anehnya, Roman yakin kalau dirinya adalah Ryan dan membuat Jess ketakutan setengah mati. Bisa jadi arwah Ryan berusaha kembali ke dunia untuk menemui Jess dengan cara masuk ke jasad Roman, tapi bisa jadi ada makhluk lain yang sedang mengambil alih jasad Roman dan tak satupun bisa dipastikan.

Dari tema yang diangkat saja sudah terlihat kalau film ini adalah remake dari film Asia. Nyatanya, POSSESSION ini memang dibuat berdasarkan film Korea berjudul ADDICTED yang muncul di tahun 2002 lalu. Memang ada sedikit 'penyesuaian' agar film ini bisa lebih terasa sebagai film Hollywood namun pada dasarnya tetap saja aroma Asia tercium kuat pada film ini.

Sebagai sebuah film thriller berbau supernatural, POSSESSION ini tak bisa dibilang sebuah standout di antara film-film yang menawarkan konsep serupa. Formula yang digunakan dua sutradara, Joel Bergvall dan Simon Sandquist terbilang generik. Bukannya menguatkan alur kisah agar ketegangan terbentuk dengan sendirinya, dua sutradara ini masih tetap mengandalkan kejutan visual untuk membangun tensi alur cerita.

Akting para pemerannya pun tak bisa dibilang sangat memuaskan. Sarah Michelle Gellar sebagai seorang istri yang ketakutan sekaligus bingung dan di antara sekian banyak pemeran hanya Lee Pace yang memerankan Roman yang terlihat paling menarik. Peralihan dari Roman yang kejam menjadi Roman yang dirasuki identitas Ryan berjalan mulus dan cukup meyakinkan.

Visual, barangkala, adalah titik kekuatan POSSESSION. Sudut pengambilan gambar cukup menarik dan menghibur mata. Tak lebih dari itu. Tidak terlalu mengherankan juga kalau film ini lantas dirilis straight to DVD mengingat banyaknya kelemahan yang membuatnya berisiko terpuruk di box office.(kpl/roc)

'LETTERS TO JULIET', Surat Cinta Dari Masa Lalu

http://media.kapanlagi.com/p/LettersToJuliet.jpg

KapanLagi.com - Pemain: Amanda Seyfried, Gael García Bernal, Vanessa Redgrave, Christopher Egan, Franco Nero, Daniel Baldock, Luisa Ranieri



Oleh: Fatchur Rochim pada Kamis, 17 Juni 2010 09:13

Membaca surat yang ditujukan untuk orang lain dan bahkan membalasnya barangkali adalah sebuah tindakan yang tidak terpuji. Apalagi jika sampai surat balasan ini malah membuat si pengirim surat harus menempuh perjalanan jauh demi menghidupkan api asmara yang sempat lama padam. Tapi itulah justru yang terjadi pada Sophie Hall (Amanda Seyfried) yang sedang berlibur di Italia.

Sophie datang ke Italia bersama Victor, kekasihnya, (Gael García Bernal) dengan tujuan untuk berlibur. Setibanya di Italia, Victor ternyata malah sibuk dengan urusannya sendiri dan meninggalkan Sophie yang tak tahu harus melakukan apa. Mencoba menikmati liburan ini Sophie kemudian mengunjungi rumah yang konon adalah rumah Juliet Capulet (tokoh dalam kisah Romeo dan Juliet).

Di rumah ini Sophie menemukan petualangannya. Rumah ini ternyata menjadi tujuan para wanita yang ingin meminta saran pada Juliet seputar hubungan asmara dan ada beberapa wanita yang bertugas membaca surat-surat ini dan membalasnya. Sophie lantas menemukan sepucuk surat yang telah berumur lima puluh tahun yang ditulis oleh seorang wanita bernama Claire Smith-Wyman (Vanessa Redgrave).

Konon Claire sempat berwisata ke Italia dan bertemu seorang pria tampan yang memikat hatinya. Meski kejadian itu telah lewat berpuluh tahun namun wanita ini sepertinya belum bisa melupakan kenangan sekejap itu. Karena terharu pada kisah wanita ini, Sophie lantas menjawab surat ini dan membuat Claire memutuskan kembali ke Italia bersama Charlie (Chris Egan), cucunya.

Dalam waktu singkat, ketiga orang yang tak pernah saling mengenal ini mulai menjelajahi Italia untuk mencari pria bernama Lorenzo Bartolini (Franco Nero) yang memikat hati Claire lima puluh tahun silam. Di tengah perjalanan ini pula cinta mulai tumbuh di hati Sophie dan Charlie.

Film drama romantis memang punya formula yang hampir bisa dipastikan sama. Alur cerita tak perlu terlalu rumit karena ia hanya ada untuk merangkai adegan-adegan romantis yang bakal menjadi tulang punggung film itu sendiri. Berbeda dengan film laga yang biasanya juga mementingkan adegan tanpa menghiraukan pembentukan karakter, para tokoh utama dalam film drama biasanya memang lebih 'dikembangkan' agar penonton bisa lebih terikat secara emosional dengan para karakter ini.

LETTER TO JULIET ini juga tak beda dengan kebanyakan film drama romantis yang sebelumnya beredar. Alur kisahnya cukup sederhana sementara pembentukan karakter berjalan dengan baik dan itu tak lepas dari para aktor dan aktris pendukung film ini yang memang sudah punya reputasi bagus. Hasilnya, tanpa terasa durasi 105 menit pun berlalu dan sampailah kita pada akhir cerita. LETTERS TO JULIET mungkin bukan drama romantis terbaik yang pernah ada namun setidaknya film ini juga bukan sebuah film yang buruk.(kpl/roc)

Genre:Drama
Release Date:May 14, 2010
Director:Gary Winick
Script:Jose Rivera, Tim Sullivan
Producer:Caroline Kaplan, Ellen Barkin, Mark Canton, Sharan Kapoor
Distributor:Summit Entertainment
Duration:105 minutes
Budget:US$30 million
Official Site:www.letterstojuliet-movie.com

'TOY STORY 3', Saat Woody dan Buzz Tak Lagi Diperlukan

http://media.kapanlagi.com/p/ToyStory3.jpg 
KapanLagi.com - Pemain: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, Don Rickles, Wallace Shawn, John Ratzenberger, Estelle Harris, Ned Beatty, Michael Keaton, Jodi Benson



Oleh: Fatchur Rochim pada Jumat, 18 Juni 2010 09:13

Di tahun 1995 lalu, Pixar Animation Studios mengajak kita untuk bertualang ke negeri mainan dengan munculnya TOY STORY yang memukau. Tak hanya soal animasinya saja yang top quality, para aktor kawakan seperti Tom Hanks dan Tim Allen pun dipercaya untuk mengisi suara film yang berhasil mengeruk keuntungan besar buat Pixar ini.

Empat tahun kemudian sekuel pun diluncurkan dan masih menggunakan Tom Hanks dan Tim Allen sebagai pengisi suara. Bagian kedua ini pun tak kalah suksesnya dari sisi penjualan. Film ini pun masih tetap mengusung tema petualangan koleksi mainan milik Andy yang digambarkan hidup layaknya manusia.

Kini berselang hampir sepuluh tahun dari bagian kedua, Pixar kembali mencoba mengulang dua sukses sebelumnya dengan menawarkan konsep yang masih tak jauh beda dengan dua bagian sebelumnya. Jeda sepuluh tahun membuat Pixar harus menyesuaikan alur cerita. Kini digambarkan Andy (John Morris), sang pemilik koleksi mainan termasuk Woody (Tom Hanks) sang koboi dan Buzz (Tim Allen) sang astronot, akan masuk kuliah dan bermaksud menyimpan seluruh koleksi mainannya di gudang kecuali Woody.

Celakanya, karena satu kesalahan, mainan ini malah dikirim ke children day care (tempat penitipan anak). Buzz dan mainan yang lain merasa Andy sudah tak membutuhkan mereka lagi dan bermaksud menikmati petualangan mereka di tempat baru ini. Woody, di lain sisi, yakin bahwa ini adalah sebuah kesalahan dan Andy tak pernah bermaksud mencampakkan mereka.

Bagian ketiga yang kabarnya juga akan jadi bagian penutup ini memang layak dapat acungan jempol. Seperti biasa, Pixar memang tak hanya piawai membuat animasi namun jago dalam mengolah cerita yang sanggup merangkul segala usia. Mereka yang masih kecil akan sangat menikmati petualangan Woody dan kawan-kawan sementara mereka yang sudah dewasa akan melihat sisi lain dari cerita yang ditawarkan film ini.

Dari sisi visual, TOY STORY 3 ini jelas adalah sebuah perkembangan dari bagian-bagian sebelumnya. Kualitas animasi jelas meningkat tanpa harus meninggalkan karakter tiap-tiap tokoh yang ada. Soal pengisi suara, Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, dan kawan-kawan jelas bukan orang baru di dunia film dan mereka jelas tahu bagaimana mengembuskan roh ke tiap-tiap karakter yang ada di layar.

Bukan tidak mungkin, TOY STORY 3 ini bakal jadi film animasi terbaik sepanjang tahun 2010 ini. Kita lihat saja apakah karya Pixar ini bisa mengulang sukses UP di ajang Oscar nanti.(kpl/roc)



Genre:Animation
Release Date:June 18, 2010
Director:Lee Unkrich
Script:Michael Arndt
Producer:Darla K. Anderson, John Lasseter
Distributor:Walt Disney Pictures
Duration:103 minutes
Budget:US$190 million
Official Site:disney.go.com/toystory

11/06/10

'THE KARATE KID', Bertahan Hidup di Lingkungan Baru

Jumat, 11 Juni 2010 09:13
      KapanLagi.com - Pemain: Jackie Chan, Jaden Smith Oleh: Fatchur Rochim Dre Parker (Jaden Smith) tak pernah ingin meninggalkan teman-temannya namun karena ibunya harus pindah ke Beijing maka tak ada pilihan buat Dre selain pasrah. Sebagai pendatang baru jelas masalah yang dihadapi Dre tidaklah mudah. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru Dre juga masih harus berhadapan dengan para berandal di kota yang baru ini. THE KARATE KID Saat berusaha untuk beradaptasi, Dre sudah dihajar habis-habisan oleh para berandal sebaya Dre yang rata-rata punya kemampuan bela diri tinggi. Dre hampir putus asa dan ingin kembali ke Amerika namun itu semua berubah ketika Dre bertemu Han (Jackie Chan) yang berusaha mengubah cara pandang Dre. Han meyakinkan Dre bahwa satu-satunya cara untuk menghindar dari teror ini bukanlah dengan cara melarikan diri tetapi dengan menghadapinya. Dengan bantuan Han, Dre mulai mempelajari ilmu bela diri untuk melindungi dirinya dari ancaman para berandal yang tak pernah membiarkan Dre hidup tenang. THE KARATE KID Mungkin seharusnya film ini mengambil judul THE KUNG FU KID. Judul itu akan terasa lebih relevan karena ilmu bela diri kung fu memang yang jadi 'masalah' dalam film ini. Sayangnya judul tak akan 'menarik' karena film ini memang dibuat sebagai remake dari film berjudul sama yang sempat populer di tahun 1980-an. Sepertinya itulah dilema yang dihadapi film ini. Terlepas dari dilema judul ini, THE KARATE KID sebenarnya adalah tontonan yang cukup menarik. Tiga pemeran inti dalam film ini memang sudah punya cukup reputasi. Jackie Chan, semua orang jelas sudah tahu siapa dia, sementara Taraji P Henson sempat mendapat nominasi Oscar tahun 2008 lalu. Lalu ada nama Jaden Smith yang mungkin masih belum punya track record terlalu panjang, tapi jangan keburu underestimate karena Jaden adalah putra pasangan Will Smith dan Jada Pinket Smith yang sepertinya mewarisi bakat kedua orang tuanya. THE KARATE KID Keputusan mengusung seluruh kru dan pemeran ke negeri China pun layak diacungi jempol karena pemandangan di luar Hollywood jelas membuat suasana jadi 'lebih segar' setelah kita dijejali lokasi yang melulu di daratan Amerika. Ditambah dengan kepiawaian sang juru kamera, lengkap sudah keindahan alam negeri China tersaji di depan mata. Sebagai sebuah film yang 'berdiri sendiri', THE KARATE KID sudah pantas disebut film yang bagus namun bila membandingkannya dengan versi pertamanya, maka ada beberapa hal yang terasa sedikit mengganjal. Jaden Smith memang berakting dengan baik namun tak ada kesan 'rentan' seperti yang ditunjukkan Ralph Macchio di versi pertamanya. Masalah kedua adalah Jackie Chan, secara fisik, memang terlihat menguasai bela diri kung fu. Berbeda dengan Pat Morita yang awalnya terlihat seperti orang lemah meski sebenarnya menguasai bela diri karate. Jadi, lebih baik lupakan saja versi pertamanya dan nikmati film ini sebagai film yang berdiri sendiri.(kpl/roc)
      Genre:Martial Arts
      Release Date:June 11, 2010
      Director:Harald Zwart
      Script:Christopher Murphey, Robert Mark Kamen
      Producer:Jerry Weintraub, Will Smith, Jada Pinkett Smith, James Lassiter, Ken Stovitz
      Distributor:Columbia Pictures
      Duration:-
      Official Site:www.karatekid-themovie.com