24/07/10

Main film

Terlalu indah tuk dibayangkan. Sang pemimpi inilah yang gemar bermimpi dalam tiap detik hidupnya. Memikirkan hal yang rumit dan tak pasti. Dan dalam kenyataan, realita sangat sulit ditaklukan. Berfikir merapikan semua berantakan. Saat ini, saya pikir hidup saya sudah cukup berantakan. Bermula dari keputusan besar saya untuk menjalani kehidupan yang berbeda. Ternyata memang home sweet home. Hidup memang manis di dalam lingkaran orang-orang tercinta.

Sekarang saya sedang berbicara soal sekolah dan teman-teman.

Saya ini terkenal di sekolah sebagai anak
IPA. Itu sebelumnya. Sebelum saya akhirnya memilih IPS.

Semasa liburan menjelang masuk tahun ajaran 2010/2011 saya berkhayal. Indahnya masa SMA di kelas 11 ini. Bertemu teman-teman baru. Bertawa ria bersama. Gosip bersama. Pikiran indah ini ternyata salah.
Mereka sudah membentuk kelompok dari kelas 10 dan kebetulan sekelas lagi tahun ini. Sulit utnuk berbaur dengan kelompok solid.

Semula juga aku pikir bakal dekat dengan teman sekelas yang sama-sama denganku dari kelas IPA menuju IPS. Namun, salah besar juga. Dia punya teman segeng dari kelas IPS. Aku? Sendiri. Dalam kesendirian ini, rasanya ingin kembali bersama dengan teman-teman kelas yang lalu. Waktu tak bisa diputar dan nasi sudah menjadi bubur.

Di kelas, saya sulit mencari kelompok kerja tugas.
Seorang yang saya anggap sahabat, sudah jauh dari saya.
Tak sedikit orang yang sudah buat saya membenci dirinya.
Terlebih saya membatasi diri dalam pergaulan. Katanya sih, lebih baik tidak bergaul dengan manusia 'buruk'. Maksud 'buruk' di sini seperti sombong, judes, dsb. Sayangnya, peraturan yang saya tanam di dalam diri saya membuat saya sulit untuk berbaur dengan mereka. Terlebih karena pengalaman yang lalu. Saya mudah membenci orang lain. Seingat saya, sedikit salah perkataan mereka, buat saya mengingat namanya untuk dibenci dan dijauhi.

Ironis memang hidup ini. Saya jalani selayaknya sebuah film.

Waktu terakhir, saya berusaha menulis cerita. Inginnya cerita lucu dan menyentuh hati. Sulit ternyata untuk menulis. Berkali-kali saya coba menulis, semua berujung pada perhentian di tengah cerita. Memang bukan talenta di bidang tulisan.

Sekarang saya sudah tak tahu harus membicarakan hal apa lagi.
Akhir-akhir ini, keadaan saya sedang buruk karena kehidupan sosial mulai membungkam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembaca, silahkan tulis komentarmu di sini :) Saya akan sangat senang untuk meresponnya